Tim Patroli Terpadu TNI-Polri dan Manggala Agni Gencarkan Pencegahan Karhutla di Muara Medak Bayung Lencir

Bayung Lencir, Muba, wartasumatranews.com,, – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digencarkan di Kabupaten Musi Banyuasin. Tim Patroli Terpadu yang terdiri dari Polri, TNI, Manggala Agni Daops Sumatera XV/Musi Banyuasin bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Muara Medak menggelar patroli di Kecamatan Bayung Lencir, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan patroli dilaksanakan di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir. Tim patroli terdiri dari Alfarobi sebagai Ketua Tim, Pangky Prabowo (Manggala Agni), Sertu Rock Kameron (TNI), Aiptu Afrizal (Polri), dan Ahmad Rifai (MPA).

Dari hasil pemantauan di lapangan, info hotspot dinyatakan nihil. Namun, tim menemukan areal rawan Karhutla seluas 1,5 hektare dengan vegetasi semak belukar dan sepang. Kondisi kadar air bahan bakar terpantau kering dengan jenis tanah mineral dan potensi kebakaran kategori sedang. Lokasi areal rawan tersebut berada di koordinat S -1.88984 E 103.81008.

Selain melakukan pemetaan wilayah rawan, tim juga melakukan pemetaan sumber air berupa kanal sepanjang 300 meter dengan lebar 2 meter dan kedalaman 230 cm di koordinat S -1.93779 E 103.83453. Tinggi muka air terpantau 95 cm dan sudah mengalami penurunan.

Tim juga melaksanakan sosialisasi dan penyadartahuan bahaya Karhutla kepada warga Desa Muara Medak, Bapak Amri, di koordinat S -1.93652 E 103.83455.

Kondisi cuaca di Desa Muara Medak terpantau berawan hingga cerah dengan suhu berkisar 31 hingga 34 derajat celcius.

Dari kesimpulan di lapangan, tim patroli terpadu telah melaksanakan tiga aksi utama, yakni pemetaan sumber air, pemetaan area rawan, serta sosialisasi dampak Karhutla kepada masyarakat.

Berdasarkan pendataan, tinggi muka air pada sumber air sudah mengalami penurunan, cuaca panas terik dan minimnya curah hujan membuat vegetasi di lapangan menjadi sangat kering. Untuk itu, pendekatan intensif kepada pemilik lahan dan warga sekitar terus dilakukan agar ikut menjaga dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Kegiatan patroli dan edukasi ini akan terus ditingkatkan secara konsisten untuk meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.

Editor: Sukri.SE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *