Muba,Wartasumateranews.com,,- Komitmen aksi kemanusiaan terus ditunjukkan oleh Asosiasi Jurnalis Pemerhati Aset Nusantara (AJ PENA) dengan memastikan pendampingan sosial berjalan berkelanjutan, mulai dari penanganan di lapangan hingga penempatan di rumah singgah.
Setelah menjalani penanganan selama lima hari di penampungan sementara, klien dampingan AJ PENA kini difasilitasi oleh Dinas Sosial Kabupaten Musi Banyuasin untuk menempati rumah singgah. Fasilitas ini menjadi tahap lanjutan sebelum proses keberangkatan menuju balai rehabilitasi rujukan, Selasa (07/04/2026).
Pegiat sosial AJ PENA, Enismyana, menjelaskan bahwa proses pendampingan bukan sekadar penanganan awal, melainkan membutuhkan komitmen berkelanjutan demi memastikan kondisi klien tetap stabil.
“Tugas kemanusiaan ini tidak ringan. Bukan hanya perjuangan di masa penjajahan yang berat, tetapi bagaimana kita hari ini mampu menyiapkan diri untuk kebaikan orang lain. Alhamdulillah, hingga saat ini klien kami dalam kondisi stabil,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di wilayah Musi Banyuasin.
“Sesuai tupoksi NGO kami terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah. Ini menjadi fondasi kuat dalam menekan permasalahan sosial, meskipun secara finansial organisasi kami masih dalam keterbatasan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Musi Banyuasin, Deny, S.H., M.Si., melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Tugiman, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas peran aktif AJ PENA dalam mendukung penanganan masalah sosial di daerah.
“Kami mengapresiasi langkah cepat dan konsisten dari AJ PENA dalam melakukan pendampingan. Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial akan terus memfasilitasi proses ini, termasuk penyediaan rumah singgah hingga rujukan ke balai rehabilitasi agar penanganan berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujar Tugiman.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan sosial secara menyeluruh.
“Sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat seperti AJ PENA sangat penting. Dengan kerja bersama, penanganan tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat memberikan solusi jangka panjang bagi penerima manfaat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua AJ PENA, Megat Alang, menegaskan bahwa gerakan kemanusiaan harus dilakukan secara konsisten dan tidak bersifat seremonial semata.
“Pendampingan sosial tidak boleh berhenti di tengah jalan. Kami ingin memastikan setiap proses berjalan tuntas, mulai dari penjangkauan di lapangan, penanganan sementara, hingga rehabilitasi. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral kami sebagai kontrol sosial sekaligus mitra pemerintah dalam menjaga keseimbangan sosial di masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa AJ PENA akan terus berupaya menjaga keberlanjutan program, meskipun dengan keterbatasan sumber daya.
“Kami percaya, kerja kemanusiaan tidak diukur dari besar kecilnya anggaran, tetapi dari konsistensi dan kepedulian. Selama masih ada yang membutuhkan, AJ PENA akan tetap hadir,” tutup Megat Alang.
Dengan langkah berkelanjutan ini, AJ PENA menunjukkan peran aktifnya tidak hanya sebagai organisasi jurnalistik, tetapi juga sebagai motor penggerak aksi sosial yang nyata di tengah masyarakat.
( Agus Wahyudi )


